Rabu, 10 Februari 2021

Analisis Statistik dan Uji Lanjut



 Assalamu'alaikum

Postingan ini secara khusus untuk mahasiswa Agroteknologi UIR, dan secara umum untuk yang memiliki minat/kebutuhan akan analisis statistik. Biasanya, rancangan perocbaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), Rancangan Acak Kelompok (RAK), dan Rancangan Petak Terbagi (RPT).


Setelah penelitian, diperolehlah data penelitian yang selanjutnya dianalisis secara statistik lalu apabila terdapat faktor yang signifikan akan dilakukan uji lanjut.


Baik, pada kesempatan kali ini dipostingan ini berupa daftar isi materi-materi analisis statistik dan uji lanjut.


A. Rancangan Acak Lengkap

1. Alat Perang Analisis Statistik / Ngolah Data

Kamis, 10 September 2020

Perbedaan Sel Hidup dan Sel Mati pada Tumbuhan


    

    Sel merupakan bagian terkecil dari suatu organisme yang dalam mengamatinya perlu alat bantuan yang disebut mikroskop. Semenjak ditemukannya mikroskop, banyak peneliti mulai meneliti tentang bagian-bagian lebih kecil dari suatu benda terutama benda hidup. Ditemukanlah sel, yang bahwa pada setiap benda tersusun oleh sel. Ada sel hidup dan ada sel mati. Perbedaan sel hidup dan sel mati pada tumbuhan dapat dilihat dari segi struktur sel dan aktivitas yang terjadi pada sel.

Selengkapnya dapat diakses pada:

Academia

OSF


Semoga bermanfaat.

Sabtu, 11 Juli 2020

Seminar Proposal



    Setelah melalui proses bimbingan dan di-acc proposalnya, maka selanjutnya adalah seminar proposal. Seminar proposal adalah presentasi proposal penelitian kita yang mana akan ada dosen penguji yang akan membantu mengoreksi proposal serta menguji kita (biasanya) dengan beberapa pertanyaan. Untuk bisa seminar proposal kita harus minimal 2x menjadi pembahas utama seminar proposal orang lain. Lalu 2x lagi bisa diangsur setelah kita seminar proposal

-
    Fungsi pembahas utama apa sih? ya.. membantu mengoreksi proposal, dan memberikan pertanyaan jika kurang paham terhadap isi proposal.
-
    Untuk daftar seminar proposal, langsung saja dapat mengujungi TAUTAN INI
Kalau udah daftar, kalian bisa angsur pembuatan Powerpoint untuk presentasi seminar proposal.
-
    Penting! Saat mendaftar seminar proposal, file proposal kita akan diunggah, maka pastikan pada bab 3, tidak ada kata gulma, tetapi kata gulma diganti menjadi rerumputan.
---
    Setelah mendaftar seminar proposal, maka cek selalu jadwal kita kapan keluar, biasanya untuk Agroteknologi jadwal seminarnya (baik proposal, hasil, kompre) itu dihari senin dan selasa. Ketika jadwal kita sudah keluar. Usahakan hubungi dosen pembimbing apakah beliau bisa dijadwal tersebut? jika bisa lanjutkan, jika tidak, tanya kapan bisanya dan hubungi prodi. Selanjutnya akan ada format masuk ke email kita dari Prodi. Silakan dicetak, lalu ikuti instruksi dalam file PDF/format tersebut. Lalu proposal kita juga diperbanyak. Lalu melakukan yang namanya "Nyebar". Ketika nyebar, kita minta ttd orang yang kita berikan proposal kita (Dosen pembimbing, penguji, pembahas utama).
    Ohya, kita juga butuh namanya notulen, yaitu yang betugas sebagai operator, pencatat ketika seminar proposal. Jadi notulen juga dikasih ya proposalnya. Usahakan nyebar sebelum hari H. Lalu tiba hari H, maka seminar dengan berpakaian rapi baju hitam putih memakai dasi bagi yang laki-laki.

Setelah Mengajukan Judul Penelitian



    Setelah mengajukan judul, maka lihat status kita DI SINI. Lalu cari nama kita, lalu tunggu sampai status kita bertuliskan "OK". 

    Setelah OK, maka akan muncul Nama Dosen Pembimbing kita. Setelah itu, silakan cek email @Student.uir.ac.id nya, akan ada format 1A yang dikirim oleh Prodi. Selanjutnya, print format 1A tersebut, lalu jumpai dosen pembimbing kita. Ingatlah beberapa poin etika di bawah ini:
  1. Jangan menghubungi lewat chat/telfon kecuali setelah beberapa kesempatan tidak kunjung jumpa
  2. Jumpai di ruangan dosen pembimbing
  3. Ketika jumpa dosen pembimbing di kampus, namun sedang berpas-pasan di jalan, JANGAN DICEGAT DI TENGAH JALAN
  4. Sebisa mungkin jumpai di ruangan, benar-benar di dalam ruangan
  5. Ketika sudah berjumpa dengan dosen pembimbing, setidaknya seperti ini yang bisa kita sampaikan "Assalamu'alaikum Pak, saya Fulan mahasiswa semester sekian, saya baru mengajukan judul penelitian, bapak sebagai dosen pembimbing saya, jadi apakah saya bisa konsultasi judul penelitian dengan bapak seakarang?"
  6. Kalaupun misalnya berjumpa di jalan, maka tanyakan kapan kira-kira kesempatan bapak itu ada untuk bisa konsultasi judul penelitian
  7. Perhatikan etika, karena ia adalah dosen pembimbingmu
  8. PENTING: Tanya karakteristik dosen pembimbing dengan senior yang sepebimbingan, atau tanyakan prosedur/sikap/etika ketika berkomunikasi dengan dosen pembimbing.
Mungkin itu beberapa poin penting, kalau ada tambahan silakan tambah di komentar ya.
-
-
    Selanjutnya, setelah konsultasi judul penelitian, maka akan terpilihlah satu judul yang akan jadi penelitian kita. Format 1A tadi, di-scan lalu diunggah di situs agr.uir.ac.id. Lalu sekalian masukkan/ketikkan judul yang fix di pertanyaan "judul yang disetujui oleh pembimbing". Setelah itu tunggu format 1B dan 1C dikirim oleh prodi melalui email. Setelah dikirim, cetak kembali dan jumpai dosen pembimbing. Setelah ditandatangan oleh dosen pembimbing, fotokopi format 1C, lalu letakkan di keranjang dekat TU dekat Pak Abiyyu(Scan KRS) atau bisa tanyakan ke orang TU tersebut, dimana letak keranjang UNTUK PEMBUATAN SK PEMBIMBING. Jadi, letakkan saja fotokopian format 1C nya di keranjang itu.
    Lalu besoknya, coba tanya lagi dengan orang TU (Melalui kaca/luar), "Mau cek SK Pembimbing" Silakan cari SKnya, jika sudah ada, ambil dan simpan. Jika belum, coba tanya lagi besok.
-----

    Ketika telah dapat judul yang fix setelah konsultasi judul, maka pembuatan proposal sudah bisa dimulai!
----
Maka proses pembuatan proposal dan bimbingan telah dimulai.
----
Ohya, minta di TU "Buku bimbingan", warnanya putih. Jadi, setiap bimbingan, usahakan bawa buku tersebut. Ketika bimbingan, usahakan setiap print-an proposal dibawa. Misal, kita print proposal pertama, lalu revisi, print proposal kedua, nah untuk bimbingan kedua, usahakan bahwa juga proposal pertamanya.
---
Ohya, kalau sudah bimbingan sekali, kalau bisa langsung isi dan cetak format 2A, karena ini sebagai salah satu syarat dalam daftar seminar proposal. Format 2A kita meminta ttd Dosen pembimbing sebagai bentuk persetujuan bahwa proposal kita udah layak untuk diseminarkan. Jadi, antisipasinya begini, kita sudah mengisi dan mencetak 2A, lalu ketika suatu waktu proposal di-acc, maka kita langsung minta ttd dosen pembimbing untuk format 2A kita. Sehingga sekaligus. Beberapa pengalaman, mahasiswa yang memiliki dosen pembimbing yang jauh dan jarang ke kampus, jadi lebih efektif dan efisien.

-- Untuk isi dan cetak format 2A bisa DI SINI
    Sekian, terima kasih.

Senin, 16 Maret 2020

Syarat Pengajuan Judul Penelitian

Bismillah
Insyaallah kali ini akan membahas apa saja syarat dalam pengajuan judul penelitian sebagai proses dalam meraih gelar sarjana khususnya untuk jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau.

Btw, yang masih bingung dalam menentukan judul penelitian, dapat mampir ke: SINI

Adapun syarat pengajuan judul penelitian (Di zaman saya) adalah sebagai berikut:
  1. Telah menyelesaikan minimal 110 SKS (Jika sudah, maka di semester 6 sudah bisa untuk mengajukan judul penelitian). Namun, pastikan nilai di semester 5 sudah diinput dan divalidasi oleh Prodi.
  2. Kartu Hasil Studi (KHS) yang dilegalisir dari semester 1-5.
  3. Kartu Rencana Studi (KRS) yang bertandatangan dan ada foto dari semester 1-5.
  4. Transkip Nilai yang dilegalisir
  5. Buku Bimbingan Akademik (Yaitu buku konsultasi bersama Dosen Penasehat Akademik).
  6. Nilai matakuliah Matematika, Statistik Terapan, Metode Penulisan Ilmiah, Perancangan Percobaan, Teknologi Produksi Tanaman Makanan I, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan I, dan Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura I dalam status aman (minimal C-).
Untuk memperoleh Transkip Nilai legalisir, maka caranya adalah, cetak Transkip Nilai dari SIKAD, lalu datang ke BAAK di Rektorat untuk meminta legalisirnya.

Ya.. mungkin itu saja.

Selasa, 10 Maret 2020

Memilih Judul Penelitian



Bismillah, untuk menyelesaikan studi perguruan tinggi maka mahasiswa diharuskan melakukan studi ilmiah berdasarkan penelitian. Biasanya akan dijumpai kendala bingung mau penelitian tentang apa dan judulnya apa.

Postingan ini dibuat untuk umum namun secara khusus untuk jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (FP UIR) (S1). Minimal 110 SKS sudah diambil, maka sudah bisa mengajukan judul penelitian (Yaitu di semester 6 sudah bisa). Semakin cepat semakin baik, namun tidak menjamin cepat lulus, ehehe.

Yang saya tahu, penelitian di jurusan Agroteknologi FP UIR memiliki beberapa bidang seperti genetika tanaman, kultur jaringan, pengendalian hama dan penyakit, perbanyakan tanaman, dan budidaya tanaman (Konvensional di tanah dan hidroponik). Bidang penelitian tersebut diurut berdasarkan paling minim dilakukan hingga yang paling banyak dilakukan, jadi genetika tanaman, kultur jaringan, pengendalian hama dan penyakit serta perbanyakan tanaman merupakan bidang penelitian yang masih sangat sedikit dibanding dengan bidang penelitian budidaya tanaman.

Umumnya, sedikitnya memilih bidang penelitian selain budidaya tanaman adalah karena hal keterampilan serta anggapan kemungkinan gagal yang besar, jadi cenderung memilih bidang penelitian budidaya tanaman adalah karena lebih mudah (tidak terlalu memerlukan keterampilan khusus).

Di jurusan Agroteknologi FP UIR, bidang penelitian budidaya tanaman itu cenderung tentang pengaruh pupuk X dan pupuk Y terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Z. Alhasil, ya cuman X, Y, dan Z nya aja yang diubah-ubah, hehe. Namun, biasanya dulu, itu penggunaan 2 faktor/perlakuan (pupuk) berupa pupuk Organik dan pupuk Anorganik.

Misal, Pengaruh pupuk NPK 16:16:16 dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy.

Tetapi sekarang boleh penggunaan 2 faktor/perlakuan (pupuk) berupa pupuk organik keduanya. Namun, Yang jelas, tidak boleh menggunakan pupuk anorganik keduanya sebagai perlakuan (pupuk)

Nah, itu sudah dapat 1 judul penelitian. tinggal dirombak-rombak aja lagi, hehe. Seperti ganti perlakuan yang satu atau ganti tanamannya.

Kalau bisa, disemester 5 sudah mulai memikirkan rancangan judul penelitian bahkan melakukan pra penelitian. Namun, yang menjadi catatan dalam memilih judul penelitian adalah:

  1. Sering-sering baca literatur/hasil penelitian (Skripsi di Perpustakaan, Jurnal). Untuk mencari jurnal diinternet, bisa mencari melalui situs penyedia jurnal/mengikuti tips seperti ini (Tips Mencari Jurnal). Juga sering-sering diskusi baik dengan kakak tingkat, dosen, dan lainnya.
  2. Sering-sering lihat seminar proposal/hasil kakak tingkat, manatau mendapat inspirasi.
  3. Mengamati lingkungan, bisa jadi terdapat bahan baku yang dapat dijadikan bahan perlakuan/penelitian.
  4. Pikirkan dan renungkan potensimu, lebih ke bidang penelitian mana.
  5. Pastikan faktor/perlakuan dan tanamannya adalah bahan yang bisa didapat (kalau bisa, yang mudah dan murah).
  6. Pastikan, ada referensi/literatur ilmiah/hasil penelitian sebelumnya/pendukung. Dalam beberapa kasus, dijumpai tidak ditemukannya referensi terkait. Kita ambil contoh judul di atas, kasusnya kita tidak menjumpai referensi pengunaan/penelitian NPK 16:16:16 terhadap tanaman pakcoy. Maka kita ambil pada tanaman yang sefamily. Misal, dijumpai literatur penggunaan/penelitian NPK 16:16:16 terhadap tanaman selada. Maka itu boleh.
  7. Pastikan referensi/literatur ilmiah/hasil penelitian sebelumnya/pendukung adalah terbitan 10 tahun terakhir dari tahun kamu mengajukan judul. Misal sekarang 2020, maka referensi yang harus digunakan nantinya adalah minimal tahun 2010.
  8. Kamu sanggup untuk melakukannya
  9. Mungkin itu dulu
Ada juga catatan penting, biasanya di Agroteknologi FP UIR, judul yang telah kita ajukan akan `tertolak` karena diganti dengan judul penelitian yang diberikan dari dosen pembimbing. Jadi, ada beberapa dosen pembimbing yang memberikan judul penelitiannya ke kita.


Mungkin itu dulu untuk postingan kali ini.

Alur Perkuliahan S1 di Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau



Bismillah, Insyaallah pada kesempatan kali ini saya akan sharing --yang saya tahu-- tentang alur perkuliahan di Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (FP UIR), terkhusus di jurusan Agroteknologi.

Alhamdulillah saat ini, Jurusan yang ada di FP UIR memiliki akterditasi A. Namun, jurusan di FP UIR belum memiliki yang namanya program studi/konsentrasi keilmuan yang lebih rinci/mendalam. Seperti di kampus-kampus lain, di sana terdapat konsentrasi keilmuan contohnya di jurusan Agroteknologi seperti: Hama dan Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Kultur Jaringan, Agronomi, dan sebagainya. Biasanya itu diambil di semester 5, sehingga keilmuan kita lebih rinci. Jadi, di FP UIR masih umum.

Langsung saja, biasanya kita mengambil matakuliah (MK) yang ada belajar di kelas sampai semester 7, dimana di semester 7 sangat sedikit MK yang belajar di kelas (kecuali ada mengulang/perbaikan nilai MK). Jadi, alurnya perkuliahan di FP UIR yaitu kita belajar, terus seminar proposal, lalu melakukan penelitian, lalu melakukan seminar hasil, lalu melakukan ujian komprehensif, lalu wisuda.

Mungkin itu saja, insyaallah akan update yang lainnya.

Senin, 01 Juli 2019

Sejarah Penemuan Bakteri


     Pada abad ke-17 ditemukan salah satu musuh terbesar tubuh manusia yaitu bakteri. Penemuan ini pada akhirnya membuat orang sadar bahwa paparan terhadap mikroorganisme tertentu dapat menyebabkan penyakit. Penemuan ini juga mendasari teori baru tentang antiseptik yang secara dramatis berhasil menekan angka kematian akibat pembedahan.

     Antoni van Leeuwenhoek, seorang penjaga gedung bekerja secara paruh waktu dan penjual kain yang bekerja di Delft, Belanda, menemukan bakteri dan mikroorganisme lain dengan menggunakan mikroskop yang ia kembangkan sendiri. Lewat pengaruh temannya, seorang dokter berkebangsaan Belanda, dia diminta untuk menulis surat ke Royal Society di London, sebuah perkumpulan yang didedikasikan untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

     Surat Leeuwenhoek yang paling terkenal dipublikasikan pada tanggal 16 Maret 1677. Dalam surat tersebut dia menggambarkan penglihatannya pada setetes air hujan lewat mikroskop. Air itu diambil dari wadah di mana air tersebut telah tergenang selama beberapa hari. Yang mengagetkan, dia melihat suatu hewan yang sangat kecil (yang sekarang dikenal sebagai protozoa) sedang berenang di dalam air. Dia juga mengamati hewan lain yang tidak bergerak sama sekali, yang sekarang disebut bakteri. Jadi, bakteri pertama ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada tahun 1674 dengan menggunakan mikroskop buatannya sendiri. Istilah bacterium diperkenalkan dikemudian hari oleh Ehrenburg pada tahun 1828.

Sumber: Pelczar, Michael J. ECS. Chan. 2008. Dasar-dasar mikrobiologi. Jakarta: UI Press.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri



Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah
  1. Sumber energi, yang diperlukan untuk reaksi – reaksi sintesis yang membutuhkan energi dalam pertumbuhan dan restorasi, pemeliharaan keseimbangan cairan, gerak dan sebagainya.
  2. Sumber karbon
  3. Sumber nitrogen, sebagian besar untuk sintesis protein dan asam-asam nukleat.
  4. Sumber garam-garam anorganik, khususnya folat dan sulfat sebagai anion ; dan potasium, sodium magnesium, kalsium, besi, mangan sebagai kation.
  5. Bakteri-bakteri tertentu membutuhkan faktor-faktor tumbuh tambahan, disebut juga vitamin bakteri, dalam jumlah sedikit untuk sintesis metabolik esensial.
      Sumber: Irianto, Koes. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme. Jilid 2. Jakarta.


Minggu, 13 Januari 2019

Bentuk Bakteri

Bakteri dapat dikelompokkan berdasarkan cara mendapatkan makanannya, kebutuhan oksigen pada respirasi, jumlah, dan kedudukan fagela.
   1.      Berdasarkan Jumlah dan Kedudukan Flagela
          Berdasarkan jumlah dan letak flagela pada permukaan selnya, bakteri dibedakan menjadi lima, yaitu :
A)    Atrik, yaitu bakteri yang tidak mempunyai flagela.
B)    Monotrik, yaitu bakteri yang mempunyai satu buah flagela.
C)    Lofotrik, yaitu bakteri yang mempunyai sekelompok flagela pada salah satu ung sel.
D)   Amfitrik, yaitu bakteri yang mempunyai satu buah flagela pada dua ujung sel.
E)  Peritrik, yaitu bakteri yang seluruh permukaan sel di kelilingi oleh flagela.
Sumber: biologijk.com

22      Berdasarkan Morfologi
Menurut morfologinya, bakteri dapat dibedakan menjadi 3 bentuk utama, yaitu: 
Sumber: Tentorku.com

  1.      Bakteri berbentuk bulat (Coccus)
Bakteri berbentuk bulat atau bola dinamakan kokus , dibedakan menjadi: 
A)    Monokokus (Monococcus), yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misalnya Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit kencing nanah.
B)    Diplokokus (Diplococcus), yaitu bakteri berbentuk bola yang bergandengan dua-dua, misalnya Diplococcus pneumoniae, penyebab penyakit pneumonia atau radang paru-paru. 
C)    Streptokokus (Streptococcus), yaitu bakteri bentuk bola yang berkelompok memanjang membentuk rantai. 
D)    Tetrakokus (Tetrad), yaitu bakteri berbentuk bulat yang terdiri atas 4 sel dengan susunan menyerupai bentuk bujur sangkar hasil dari pembelahan sel ke dua arah.
E)     Sarkina (Sarcina), yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat-empat sehingga bentuknya mirip kubus. Contoh bakteri ini adalah Sarcina sp.
F)     Stafilokokus (Stafilococcus), yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk sekelompok sel tidak teratur, sehingga bentuknya mirip dompolan buah anggur. 
   2.      Bakteri berbentuk Batang (Bacillus)
Bentuk batang dapat dibedakan atas:
A)    Kokobasilus (Coccobacillus), yaitu bakteri yang berbentuk oval. Contohnya Gardnerella vaginalis.
B)    Basil tunggal (Monobasilus/Monobacillus), yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal, misalnya Salmonella typhi penyebab penyakit tifus. 
C)    Diplobasilus (Diplobacillus), yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan dua-dua.
D)    Palisade (Palisades), yaitu bakteri berbentuk berjajar seperti pagar, contohnya Corynebacterium diphtheriae
E)     Streptobasilus (Streptobacillus), yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan memanjang membentuk rantai benang panjang, misalnya Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks. 
   3.      Bakteri berbentuk spiral (Spirillum)
Bakteri berbentuk melilit atau spiral ada tiga macam bentuk spiral, yaitu sebagai berikut:
A)    Spiral (Spirilium/Spirillum), yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti spiral yang sel tubuhnya kaku, misalnya Spirillum.
B)    Vibrio (Vibrio) atau bentuk koma, yaitu bakteri yang dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna, misalnya Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera.
C)    Spiroseta (Spirochete), yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang bersifat lentur. pada saat bergerak tubuhnya dapat memanjang dan mengerut. 

   3.      Berdasarkan Karakteristik Dinding Sel

Pengelompokan bakteri secara formal pertama kali dikembangkan oleh Hans Christian Gram yang membagi bakteri bedasarkan karekteristik dinding selnya melalui dengan pewarnaan Gram yang dibagi menjadi dua yaitu bakteri gram negatif dan bakteri gram positif serta bakteri tidak berdinding sel.

a.       Bakteri Gram Positif,adalah bakteri yang dinding selnya menyerap warna violet dan memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal.
b.      Bakteri Gram Negatif,adalah bakteri yang dinding selnya menyerap warna merah, dan memiliki lapisan peptidoglikan yang tipis.
c.       Bakteri Tidak Berdinding Sel.


Ciri-ciri Umum Bakteri


Sumber: Pixabay


Adapun ciri-ciri umum bakteri adalah sebagai berikut,
  1. Termasuk Sel Prokariotik
Sel prokariotik yaitu sel yang tidak memiliki membran inti dan merupakan sel yang berukuran sangat kecil. Bakteri merupakan salah satu contoh organisme yang memiliki sel tipe prokariotik.
  2.      Uniseluler
Organisme bersel satu atau organisme uniselular adalah makhluk hidup yang terdiri dari satu sel tunggal. Organisme uniselular dapat berupa koloni maupun hidup secara individual. Yang termasuk organisme bersel satu salah satunya yaitu bakteri.
  3.      Ukuran mikroskopis
Umumnya bakteri berukuran 0,5-10 µ (Sumarsih, 2003), dimana ukuran tersebut tidak mampu dilihat oleh mata manusia secara langsung tanpa alat bantuan. Oleh karena itu, untuk mengidentifikasi bakteri diperlukan alat bantuan pembesar seperti mikroskop.
  4.      Umumnya Tidak Memiliki Kloroplas
Bakteri tidak berklorofil kecuali beberapa bakteri yang bersifat fotosintetik (Sumarsih, 2003). Bakteri yang bersifat fotosintetik memiliki kloroplas.
  5.      Memiliki Dinding Sel
Bakteri adalah organisme prokariotik yang memiliki dinding sel yang tersusun dari peptidoglikan. Hal ini berbeda dengan tumbuhan yang dinding selnya tersusun dari selulosa, pektin, maupun lignin. Dinding sel bakteri memiliki struktur yang agak kaku yang terletak di luar membran sel. Peranan dinding sel tersebut adalah untuk mempertahankan bentuk sel dan mencegah sel mengalami lisis (peristiwa hancurnya sel).
  6.      Memiliki Flagela
Flagela merupakan alat gerak bakteri. Dengan adanya flagela bakteri dapat bergerak, misalnya bergerak menjauh dari bahan kimia beracun atau berrgerak kearah nutrisi (Zilfasani).


Referensi:

Sumarsih, Sri. 2003. Mikrobiologi Dasar. Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Yogyakarta. 
Zilfasani, Eifa. Perbedaan sel hewan sel tumbuhan dan sel bakteri dalam www.academia.edu 

Jumat, 11 Januari 2019

Bakteri

Sumber: Wikipedia
Bakteri merupakan mikrobia prokariotik uniselular, termasuk klas Schizomycetes, berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan sel. Bakteri tidak berklorofil kecuali beberapa yang bersifat fotosintetik. Cara hidup bakteri ada yang dapat hidup bebas, parasitik, saprofitik, patogen pada manusia, hewan dan tumbuhan. Habitatnya tersebar luas di alam, dalam tanah, atmosfer (sampai +10 km diatas bumi), di dalam lumpur, dan di laut (Sumarsih, 2003).
Komponen utama genom bakteri adalah sebuah molekul DNA sirkular untai-ganda atau yang sering kita sebut sebagai kromosom bakteri. Selain kromosom, banyak bekteri juga memiliki plasmid, lingkaran-lingkaran DNA yang jauh lebih kecil lagi (Neil, 2006).
Ada beberapa bentuk dasar sel bakteri, yaitu bulat  (coccus),  batang atau silinder  (bacillus),  dan spiral yaitu berbentuk batang melengkung atau melingkar (Sylvia, 2008). Bakteri dapat mengalami involusi, yaitu perubahan bentuk yang disebabkan faktor makanan, suhu, dan lingkungan yang kurang menguntungkan bagi bakteri. Selain itu dapat mengalami pleomorfi, yaitu bentuk yang bermacam-macam dan teratur walaupun ditumbuhkan pada syarat pertumbuhan yang sesuai. Umumnya bakteri berukuran 0,5-10 µ (Sumarsih, 2003).

Referensi:
Neil A Campbell. 2006. Biologi. Jilid 1,  Jakarta: Erlangga.
Sumarsih, Sri. 2003. Mikrobiologi Dasar. Fakultas Pertanian, UPN “Veteran” Yogyakarta.

Selasa, 06 Februari 2018

Perkembangan Mikrobiologi


Perkembangan mikrobiologi ditandai oleh beberapa peristiwa penting, yaitu:

1.    Penemuan Mikroskop
Pada tahun 1664 RobFert Hooke berhasil  menggambarkan struktur kapang menggunakan mikroskop temuannya. Namun Antonie van Leeuwenhoek dari Belanda dianggap sebagai orang yang pertama kali dapat melihat mikroorganisme secara detail  pada tahun 1682. Menggunakan mikroskop temuannya dengan lensa pembesaran 300 kali, Leeuwenhoek mengamati air hujan, air laut, air vas dan kotoran gigi. Leeuwenhoek menyebut makhluk yang dilihatnya sebagai animalcule/animalculus (hewan kecil) dan melaporkannya ke Royal Society of London pada tahun 1684.

2.    Jatuhnya Teori Abiogenesis
Laporan mengenai mikroorganisme oleh Leeuwenhoek kembali menimbulkan perdebatan mengenai asal usul mikroorganisme yang dilihatnya. Sebagian orang percaya bahwa mikroba yang dilihat Leeuwenhoek merupakan hasil perubahan yang terjadi pada makanan. Proses yang menunjukkan munculnya makhluk hidup dari makhluk tak hidup disebut  abiogenesis. Konsep tersebut mendukung teori  generatio spontanea, yang menyebutkan bahwa makhluk hidup dapat muncul dengan sendirinya dari makhluk tak hidup. Teori generatio spontanea dibantah oleh Francesco Redi melalui penelitiannya pada tahun 1668. Redi menggunakan daging yang disimpan pada 3 wadah dengan cara penutupan yang berbeda: tanpa tutup, tertutup rapat dan tutup tidak rapat. Munculnya larva lalat pada daging  pada wadah  yang tidak tertutup membuktikan bahwa  larva berasal dari telur yang diletakkan oleh lalat, bukan hasil dari generatio spontanea. Lalat tidak dapat meletakkan telur pada wadah yang tidak terbuka, sehingga larva tidak ditemukan.
Proses munculnya makhluk hidup dari makhluk hidup lainnya seperti pada percobaan Redi disebut biogenesis. Namun demikian, telur lalat hanya dapat dilihat menggunakan alat bantu seperti mikroskop. Pada tahun 1745, John Needham melakukan percobaan untuk membuktikan kebenaran teori generatio spontanea. Percobaan Needham ialah merebus air kaldu untuk membunuh makhluk hidup, dan kemudian membiarkannya dalam keadaan terbuka. Setelah beberapa waktu, pada permukaan air kaldu ditemukan mikroorganisme. Menurut Needham, adanya mikroorganisme pada permukaan air kaldu  yang sudah direbus merupakan bukti bahwa makhluk hidup dapat muncul secara spontan dari benda mati, dalam hal ini air kaldu yang sudah direbus.
Sementara itu  Lazzaro Spallanzani  pada tahun  1769 membuat percobaan dengan merebus air kaldu dan kemudian menutupnya. Setelah beberapa waktu, ternyata tidak ditemukan mikroorganisme pada air kaldu. Kesimpulan ini membuktikan bahwa abiogenesis keliru. Namun Needham tetap dengan pendapatnya dan beralasan bahwa udara sangat penting bagi kehidupan  dan kemunculan makhluk hidup secara spontan. Menurut Needham, tidak munculnya mikroorganisme pada percobaan Spallanzani disebabkan karena udara tidak dapat masuk akibat labu ditutup. Jika tutp labu dibuka, setelah beberapa waktu akan ditemukan mikroorganisme di permukaan air kaldu.
Perdebatan mengenai asal usul makhluk hidup baru berhenti setelah Louis Pasteur (1822-1895) berhasil membuktikan biogenesis melalui  percobaannya menggunakan botol leher angsa. Selanjutnya orang mengakui bahwa semua kehidupan berasal dari telur dan semua telur berasal dari kehidupan (omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo).

3.    Pembusukan Disebabkan Oleh Mikroorganisme (Fermentasi)
Salah satu alasan Louis Pasteur membuktikan  kekeliruan generatio spontanea didasarkan pada  keyakinannya bahwa produk  fermentasi  buah anggur (minuman beralkohol) merupakan hasil kerja mikroorganisme, bukan sebaliknya, fermentasi menghasilkan mikroorganisme. Sari buah anggur digunakan oleh mikroorganisme untuk melakukan serangkaian proses metabolisme, yang menghasilkan senyawa yang memberikan rasa dan aroma baru sehingga menjadi minuman anggur. Proses yang dilakukan mikroorganisme disebut dengan fermentasi.
Pada tahun 1950, Pasteur diminta membantu industri anggur Perancis, yang memiliki masalah kualitas minuman anggur yang tidak sama. Menurut Pasteur, beberapa mikroorganisme dapat terlibat dalam pembuatan anggur yang kadang-kadang  menghasilkan asam  laktat, bukan etanol. Adanya asam laktat dalam minuman anggur menurunkan kualitas produksi. Untuk mengatasinya, Pasteur memanaskan sari buah anggur dengan suhu 50–60°C dengan tujuan membunuh mikroorganisme yang tidak dikehendaki. Setelah itu baru ditambahkan minuman anggur yang mengandung mikroorganisme tertentu, sehingga kualitas minuman anggur menjadi terjaga. Proses pemanasan serupa digunakan oleh industri makanan modern sekarang ini, dan dikenal dengan pasteurisasi.
Teknik pengendalian mikroorganisme lainnya baik pada bahan maupun proses tertentu  berkembang terus dan dikenal  dengan sterilisasi. Penelitian Louis Pasteur selanjutnya berkembang pada peranan mikroorganisme pada bidang kedokteran, dengan dikembangkannya vaksin antraks, kolera dan rabies.  Penemuan ini memberikan dasar bagi pemahaman teori yang muncul kemudian, yaitu bahwa penyakit dapat disebabkan oleh mikroorganisme tertentu.

4.    Penyakit Disebabkan Oleh Mikroorganisme
Teori yang menyebutkan bahwa mikroorganisme dapat menimbulkan penyakit dirumuskan setelah berbagai penelitian yang dilakukan oleh Robert Koch (1843–1910). Koch mempelajari bahwa penyakit antraks, penyakit pada hewan yang dapat menular pada manusia, disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Koch menemukan bakteri B. anthracis selalu ada pada darah hewan yang menunjukkan gejala penyakit antraks. Selanjutnya jika darah hewan yang menderita antraks diinjeksikan ke tubuh hewan lain yang sehat, maka hewan tersebut akan menderita antraks. Koch juga berhasil mengembangbiakan bakteri B anthracis di luar tubuh hewan dengan menggunakan cairan nutrisi. Berdasarkan berbagai hasil penelitiannya, Robert Koch merumuskan postulat Koch, untuk membuktikan bahwa mikroorganisme tertentu merupakan penyebab penyakit tertentu, sebagai berikut,
1.    Mikroorganisme selalu ditemukan pada tubuh semua penderita penyakit dan  tidak ditemukan pada tubuh yang sehat.
2.    Mikroorganisme tersebut  dapat  diisolasi dari orang yang terinfeksi dan ditumbuhkan dalam biakan murni.
3.    Jika mikroorganisme dari biakan murni tersebut diinokulasikan ke tubuh yang sehat, maka menimbulkan gejala penyakit yang sama.
4.    Jika mikroorganisme itu  diisolasi lagi dari  hewan yang diinfeksi secara percobaan, maka menunjukkan ciri serupa dengan mikroorganisme yang pertama kali diperoleh dari penderita. (Yusriana).












Referensi:

Yusriana. Perkembangan Mikrobiologi.  www.b_yusriana.staff.gunadarma.ac.id diakses pada 29 September 2017.